Senin, 28 Maret 2016

ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR)




A.    PENGERTIAN
AKDR adalah Suatu alat untuk mencegah kehamilan yang efektif, aman dan reversibel yang terbuat dari plaslik atau logam kecil yang dimasukan dalam uterus melalui kanalis servikalis (WHO, 2007).
AKDR merupakan suatu alat kontrasepsi yang dimasukan dalam rahim terbuat dari bahan polyethylene dilengkapi dengan benang nylon sehingga mudah dikeluarkan dari dalam rahim (BKKBN, 2005).
AKDR adalah alat kontrasepsi yang dimasukan ke dalam rahim yang terbuat dari plastik (polyethyline) (BKKBN, 2006).
AKDR adalah alat kontrasepsi yang dimasukan kedalam rahim yang bentuknya bermacam-macam terdiri dari plastik (polyethyline), ada yeng dililiti tembaga (Cu), ada pula yang tidak, ada yang dililiti tembaga bercampur perak (Ag), selain itu ada pula yang dibatangnya berisi hormon progesteron (Suratun, 2008).
Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah suatu alat kecil yang dipasang di dalam rahim dengan tujuan  mencegah kehamilan, biasanya terbuat dari polyethylene dan kadang dikombinasikan dengan tembaga.

B.     JENIS AKDR
1.      Menurut bentuknya, AKDR dibagi menjadi :
a.       Bentuk terbuka, seperti : Lippes Loop, Cupper-T, Cupper-7, Margulies, Spring Coil, Multiload, Nova-T, dan lain-lain
b.      Bentuk tertutup, sperti : Ota Ring, Antigon, Grafeenberg ring, Hall-stone ring, dan lain-lain.
2.      Menurut tambahan obat atau metal, AKDR dibagi menjadi :
a.       Medicated IUD, misalnya Cupper-T-200, Cupper-T-220, Cupper-T-300, Cupper-T-380 A, Cupper-7, nova-T, ML-Cu 250, ML-Cu 375, dan lain-lain.
b.      Unmedicated IUD, misalnya Lippes Loop, Marguiles, Saf-T Coil, Antigon, dan lain-lain.

C.     EFEKTIVITAS AKDR
Sangat efektif, reversible dan berjangka panjang (dapat sampai 10 th: CuT-380-A). AKDR merupakan salah satu metode kontrasepsi yang dapat diandalkan. Dalam penelitian berskala besar terlihat bahwa setelah satu tahun pemakaian hanya terjadi 0,8 kehamilan dari 100 wanita. Hal ini berarti kira-kira terjadi satu kehamilan dari 200 wanita selama 1 tahun pemakaian.

D.    CARA KERJA AKDR
  1. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba fallopi.
  2. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai korpus uteri.
  3. AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun AKDR membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi kemampuan sperma untuk fertilisasi.
  4. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus.

E.     KEUNTUNGAN AKDR
  1. Sebagai kontrasepsi efektivitas tinggi. Sangat efektif 0,6 – 0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan).
  2. AKDR dapat efektif setelah pemasangan.
  3. Metode jangka panjang.
  4. Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat.
  5. Tidak mempengaruhi hubungan sexual.
  6. Meningkatkan kenyamanan sexual karena tidak perlu takut untuk hamil.
  7. Tidak ada efek samping hormonal Cu AKDR (CuT-380 A).
  8. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI.
  9. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi infeksi).
  10. Dapat digunakan sampai menopause.
  11. Tidak ada interaksi dengan obat-obatan.
  12. Membantu mencegah kehamilan ektopik

F.      KERUGIAN AKDR
1.      Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
2.      Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan
3.      Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR. PRP dapat memicu infertilitas
4.      Prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvic diperlukan dalam pemasangan AKDR. Seringkali perempuan takut selama pemasangan
5.      Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR
6.      Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri
7.      Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui ( sering terjadi apabila AKDR dipasang segera setelah melahirkan

G.    PENGGUNAAN
1.      Yang dapat menggunakan AKDR
a.       Usia reproduktif
b.      Keadaan nulipara
c.       Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang
d.      Menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi
e.       Setelah melahirkan dan tidak menyusui bayinya
f.       Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi
g.      Perokok
h.      Sedang memakai antibiotika atau anti kejang
i.        Gemuk/kurus
j.        Penderita tumor jinak payudara
k.      Penderita kanker payudara, jantung, diabetes
l.        Pusing-pusing, sakit kepala.
m.    Tekanan darah tinggi
n.      Epilepsi, penyakit thyroid
2.      Yang tidak boleh menggunakan AKDR
a.       Sedang hamil
b.      Perdarahan vagina yang tidak diketahui
c.       Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, sevisitis)
d.      Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang mempengaruhi kavum uteri
e.       Penyakit trofoblas yang ganas
f.       Menderita TBC pelvic
g.      Kanker alat genital
h.      Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm

H.    EFEK SAMPING AKDR
1.      Nyeri dan Mules
a.       Keluhan
Rasa meles di daerah perut sesudah pemasangan dapat timbul rasa nyeri seperti mulas, kadang – kadang dapat terjadi rasa nyeri / kram atau sakit pinggang terutama pada hari – hari pertama sesudah pemasangan
b.      Penyebab
1).    Ekspulsi parsial (pengeluaran sebagian) AKDR
2).    Perforasi servik atau uterus
3).     Kehamilan Aktopik
c.       Tindakan Medis
1).    Ringan
a).    Diberi analgetik sepasmalitik/ kombinasi keduanya
b).    Asam mefenamat 3x500 mg / 3-5 hari
c).    Analgetik 3x500 mg 3-5 hari
d).   Paracetamol 300-500 mg 3-5 hari
2).    Berat. Dilihat AKDR masih di dalam rahim, bila AKDR terlihat sedikit berarti sebagian sudah keluar, maka keluarkanlah AKDR dabn ganti AKDR yang baru
2.      Infeksi
a.       Keluhan
Nyeri di daerah perut bawah, demam dan nyeri pada waktu bersenggama
b.      Penyebab
Pemasangan AKDR yang tidak steril
c.       Penanggulangan
Dapat diobati dengan pengobatan dan kebersihan diri
d.      Tindakan Medis
1).    Eritromicin 4x500mg/ hari selama 1 minggu
2).    Doksisitelin 2x100mg/ hari selama 1 minggu
3).    Tetrasiklin 4x500mg/ hari selama 1 minggu
3.      Ekspulsi ( AKDR keluar dengan sendirinya )
a.       Keluhan
AKDR teraba atau terasa di dalam vagina atau hanya sebagian atau seluruhnya
b.      Penyebab
Karena AKDR terlalu kecl atau terlalu besar dan juga letak AKDR yang tidak sempurna di dalam rahim
c.       Penanggulangan
1).    Jelas bahwa hal ini dapat ditangani dan diberi motivasi untuk tetap memakai AKDR
2).    Menjelaskan sebab terjadinya bahwa jenis AKDR yang dipakai bahan semakin elastic sifatnya makin besar terjadinya ekspulsi.
3).    Tindakan medis AKDR dicabut dan diganti AKDR yang baru sesuai ukuran rahim dan cara pemasangan yang baru.
4.      Perforasi / Translokasi AKDR
a.       Keluhan
Bisa tanpa gejala, benang tidak ditemukan, sewaktu melakukan sondage tidak diketemukan AKDR dalam rahim
b.      Penyebab
Karena tindakan yang tidak sesuai prosedur pada waktu pemasangan AKDR. Pada pemasangan AKDR mengalami kesulitan sehingga dilakukan dengan paksa
c.       Penanggulangan
1).   Bila terjadi perforasi, namun tidak ada keluhan tidak perlu segera dikeluarkan
2).   Bila AKDR tembaga, atau bentuk tertutup yang perforasi sebaiknya segera diangkat karena dapat mengakibatkan perlekatan pada ileus.
d.      Tindakan Medis
Memastikan terjadinya perforasi dengan sonde observasi adanya tanda – tanda abdomen akut dan segera dirujuk ke Rumah Sakit, pemeriksaan lebih lanjut, misalnya foto ronsen, USG, dan mengangkat AKDR laparatomi.
5.      Rasa Nyeri Pada Alat kelamin Suami
a.       Keluhan
Rasa nyeri pada ujung alat kelamin suami pada saat senggama
b.      Penyebab
Karena benang AKDR yang terlalu panjang
c.       Penanggulangan
1).    Untuk memastikan adanya penyebab dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dalam
2).    Beri motivasi untuk memakai AKDR
d.      Tindakan medis
Bila benang terlihat terlalu panjang, bisa dilakukan ke dalam atau benang dipotong sedikit dengan arah mendatar
6.      Gangguan Perdarahan
a.       Keluhan
-          Perdarahan pervaginam di luar siklus haid ( Metroragi)
-             Perdarahan haid yang lebih lama atau lebih banyak dari biasanya ( Meroragia )
-          Perdarahan pervaginam berupa tetesan / bercak ( spotting )
b.      Penyebab
Faktor mekanik yaitu perlukaan permukaan endometrium karena bersentuhan dengan AKDR
c.       Penanggulangan
-          Jelaskan sebab terjadinya, bias karena psikis, letak AKDR yang salah, ataupun pada wanita yang sebelumnya memang sering mengeluh sewaktu haid.
-          Beri KIE agar tetap memakai AKDR
d.      Tindakan Medis
Pengobatan sistematik apabila tidak berhasil maka dilanjutkan dengan menggantikan AKDR yang cocok dan diberikan antibiotik

I.       WAKTU PEMASANGAN AKDR
1.      Sedang haid
2.      Pasca persalinan : sebelum ibu pulang, setelah 3 bulan ibu dipulangkan
3.      Pasca keguguran
4.      Masa interval ( antara dua haid)
5.      Sewaktu sektio Sesaria
6.      After morning (dalam waktu 72 jam setelah berhubungan)

J.       KAPAN HARUS MENEMUI PETUGAS KESEHATAN?
Dianjurkan untuk memeriksa AKDR tiga bulan setelah pemasangan dan selanjutnya sekali setahun, kemudian jika ada hal-hal:
  1. Jika haid tertunda dan menduga terjadi kehamilan
  2. Jika siklus berubah secara drastis dan menimbulkan gangguan
  3. Jika mengalami nyeri menetap pada proses perut bagian bawah atau pengeluaran cairan vagina yang tidak biasa disertai demam.
  4. Jika tidak dapat meraba benang AKDR.
  5. Adanya infeksi.
  6. Merasakan bagian yang keras dari AKDR.

DAFTAR PUSTAKA

Soeprono,  Bharoto  W. 2001.  Keterampilan  Terapi  Pemasangan  Alat
Kontrasepsi  Dalam  Rahim.  Laboratorium  Obstetri-Ginekologi.
Yogyakarta : Fakultas Kedokteran UGM
Wiknjosastro,  Hanifa  dkk.2001.  Ilmu  Kandungan.  Edisi  kedua, Jakarta  :
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Cunningham,  MacDonald,  Gant.  1995. Obstetri  Williams.  Edisi  18, Jakarta  : EGC



Tidak ada komentar:

Posting Komentar